Analisa Dan Evaluasi Operasi Patuh Semeru 2019

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Surabaya, LiraNews – Analisa dan Evaluasi Hasil Operasi Patuh Semeru 2019 disampaikan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim. Dari data yang dikumpulkan, menunjukkan adanya peningkatan angka penindakan pelanggaran lalu lintas. Khususnya untuk pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm, serta melawan arus.

Menurut Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, meski penindakan pelanggaran meningkat. Namun jumlah kecelakaan mengalami penurunan yang cukup signifikan, dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini penindakan pelanggaran naik. Baik itu pelanggaran Helm SNI, melawan arus, menggunakan HP, di bawah umur, batas kecepatan, pengaruh alkohol, sefty belt, serta penggunaan rotator,” ujar Budi di Gedung Ditlantas Polda Jatim, Kamis (12/9/2019).

Sedangkan untuk kecelakan turun selama operai patuh semeru. Dari catatan, ada 3 laka lantas yang menonjol, yakni, kecelakaan di kediri kota dengan 3 nyawa melayang. Di Probolinggo dengan 2 nyawa melayang dan terakhir 3 nyawa melayang di Nganjuk. Bahkan, kejadian tersebut sempat viral.” Semuanya diawali dengan pelanggaran,” paparnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, dalam catatan pelanggaran pengemudi dibawah umur menjadi peringkat pertama dengan kenaikan 50 persen, dari 37.513 di tahun 2018 menjadi 56.192 pelanggar di tahun 2019.

Peringkat kedua adalah penindakan pelanggaran helm sejumlah 31.940. Melawan arus sebanyak 27.522. Disusul pelanggaran penggunakan HP sebanyak 2.693, melebihi batas kecepatan sebanyak 1.507, penggunaan safety belt sebanyak 6.722, dan pelanggaran rotator 24 kasus.

Operasi Patuh dilaksanakan rutin setiap tahun, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara dan berlalu lintas untuk keselamatan.

“Nanti menjelang Natal dan Tahun Baru akan kita gelar kegiatan serupa. Karena kita ingin masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam berkendara,” pungkasnya.

Reporter: Alamuddin

Thu Sep 12 , 2019
Surabaya, LiraNews — Guna menangkis adanya paham radikalisme, itoleransi dan paham pemecah belah bangsa lainnya, Kodam V / Brawijaya melalui Asisten Teritorial, melakukan komunikasi sosial (komsos) dengan puluhan anggota Forum Komunikasi Putra Putri TNI ( FKPPI) dan Himpunan Putra Putri Angkatan Darat ( HIPAKAD), di Markas Komando Batalyon Arharnudse 8 […]