Anggota Fraksi PKB DPRD Jember Dibaiat

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jember, LiraNews – Merasa menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama dan ingin menunjukan ke takdiman kepada NU, anggota Fraksi PKB DPRD Jember dibaiat di PCNU, Rabu (4/9/2019).

Prosesi pembaiatan 7 orang dari 8 anggota fraksi PKB tersebut dilakukan di aula PCNU Jember oleh Ketua Tanfids PCNU Jember KH Abdulah Syamsul Arifin.

Pembaiatan itu menurut Sekertaris DPC PKB Jember Ayub Junaedi dilakukan sebagai bentuk ketaatan PKB Jember kepada ormas terbesar di Indonesia ini karena PKB sendiri ada karena NU.

“Sebagai ‘anak’ dari Nahdlatul Ulama setelah terbentuk dan dilantik fraksi memohon doa restu agar perjalanan fraksi PKB ini kedepan dapat berkhidmat kepada NU,” kata Ayub Junaidi.

“Kita tidak boleh lepas dari sejarah. Karena PKB didirikan untuk alat perjuangan NU di jalur politik, maka sudah seharusnya PKB berhidmat minta saran atau apa kepada NU,” sambungnya.

Ayub juga mengatakan pembaiatan ini agar anggota Fraksi PKB Jember
“Yang jelas dengan dibaiat ini akan menumbuhkan kepercayaan diri untuk selalu berbuat terbaik untuk warga nahdliyin dan masyarakat Jember pada khususnya,” katanya.

Sementara itu Ketua PCNU Jember KH Abdullah Samsul Arifin atau akrab dipanggil Gus Aab, senada dengan Ayub Junaidi mengatakan, seluruh anggota fraksi PKB diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai yang ditetapkan partai maupun NU.

“Seluruh bagjan dari fraksi PKB adalah bagian dari Nahdlatul Ulama maka harapan dari ulama mereka melaksanakan tugas amanat sesuai dengan yang ditetapkan itu yang paling penting,” katanya.

“Jadi mengawal kepentingan rakyat mengadvokasi rakyat yang mengalami ketertindasan kedholiman ini yang menjadi garis perjuangan. Intinya langkah-langkah yang mereka lakukan tidak boleh keluar dari prinsip ahlussunah waljamaah,” pungkas Gus Aab. LN-RIO

Thu Sep 5 , 2019
Kendari, LiraNews — Aliansi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari melakukan aksi unjukrasa di depan gedung Rektorat IAIN. Hal tersebut dilakukan mahasiswa terkait kebijakan sepihak Rektor IAIN Kendari Faizah binti Awad yang melarang mahasiswi menggunakan cadar. Kebijakan yang dianggap telah melanggar kebebasan individu […]