Diduga Jadi Markas Pungli PTSL di Desa Segaran Kecamatan Tiris

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Probolinggo, LiraNews — Kemelut adanya isu pungli besar besaran yang di lakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang sudah menjadi buah bibir masyarakat khususnya kabupaten Probolinggo.

Sangat miris melihat keadaan kabupaten Probolinggo tentang pungutan liar yang  menjamur .hal tersebut jelas sangat menyimpang dari putusan SKB 3 menteri, namun pihak terkait belum mengambil tindakan pasti adanya pungli PTSL tersebut. satu contoh desa Segaran  kecamatan tiris tak ayal keluhan masyarakat desa segaran ini juga di rasakan masyarakat sekecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, Desa Segaran adalah  salah satu dari 16 desa di Kecamatan Tiris.

Pemerintah menyadari bahwa ada potensi terjadinya pungutan liar alias pungli, maka disusunlah Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang terdiri dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.

Sementara Keputusasn Bersama (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) Nomor: 25/SK/V/2017; Nomor: 590-3167A Tahun 2017; Nomor: 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.

Didalam Keputusan Bersama ini, dengan jelas ditentukan besaran biaya yang diperlukan untuk persiapan pelaksanaan PTSL, yang dibagi dalam 5 (lima) Kategori, yaitu : Kategori I (Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur) sebesar Rp 450 ribu; Kategoti II (Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat) sebsar Rp 350 ribu; Kategori III (Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantahn Barat, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur) sebesar Rp 250.000 ribu; Kategori IV (Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Selatan) sebesar Rp 200 ribu; dan Kategori V (Jawa dan Bali) sebesar Rp 150 ribu.

Adanya program pemerintah pusat yang turun ke tingkat desa dari  program agraria menjadi, Program  Percepatan pendaftaran tanah sestimatis lengkap ( PTSL ) tahun 2017 di kecamatan tiris di duga terdapat penarikan  pungutan liar ( pungli ) yang di lakukan oleh beberapa oknum kepala desa yang dapat bagian program tersebut, saat itu pemerintah memberikan kepercayan melalui Camat Tiris, Roby siswanto. STMT yang disorot oleh beberapa Lsm, seperti Lsm LIAR (Lembaga Indonesia anti RASUAH) yang dipelopori oleh Abdul Hadi sebagai ketua umum LSM Liar. “Saya sebagai ketua umum lsm liar hanya inginkan untuk pengembalian uang pembuatan akta, yang biaya tersebut sangat besar nominalnya sehingga sangat mencekik masyarakat bawah. Sebelumnya memang kami maksudnya saya dan beberapa LSM yang lain akan mengadakan aksi damai di kecamatan tiris ,namun kami tunda ,insyallah akan kami laksanakan dalam bulan ini,” ujar Hadi, pria gendut asal desa Rejing Kecamatan Tiris
dengan adanya kejadian ini suasana Kecamatan Tiris, baru baru ini sempat memanas bahkan akan adakan aksi Demontrasi menuntut camat sebelumnya yakni mantan camat tiris (Roby.red)
yang sekarang mendapat mutasi menjadi Camat Paiton.

Berikut data pemohon diantaranya target Desa Tlogosari sebanyak 423, desa segaran 176. Desa andongsari 490, Desa Telogo Argo  380,  Desa andungbiru 431, Desa Tiris 269,  Desa ranuagung 460, desa Wedusan 660, , Desa Ranu Gedang 888, Desa Jangkang 214, Racek 412, Desa Pesawahan 525, Desa pedagangan 1009, Desa rejing  1190, Desa Tegal watu 1312, desa tulupari 1161.

Informasi yang dihimpun Wartawan Dari sebanyak 10 000,  ( sepuluh ribu ) pemohon Sertifikat diantaranya yang belum dicetak sebanyak 2414 sedangkan yang sudah diserahkan kepada pemohon sebanyak 7263 yang belum diserahkan kepada pemohon sebanyak 323.

Informasi yang di himpun Tim Pemantau Keuangan Negara RI di lapangan, Menduga kades  narik sebesar  1.800 ( satujuta delapan ratus ribu rupiah ) plus pembuatan akte, bahkan sampai 3.000.000 (tiga juta rupiah) seperti yang di lakukan oleh salah oknum perangkat desa segaran yang berinisial SKR.

Menurut penuturan salah satu warga segaran yang identitasnya enggan di publikasikan,”Saya membayar ke perangakat desa SKR, yakni 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah ), katanya untuk pembiayaan pembuatan pipil/akte sampai jadi sertifikat.jelas warga.

Disisi lain warga siap membuat pernyataan bermatrai tentang kebenaran pembiayaan tersebut.

Hal ini merupakan contoh bahwa program  PTSL di Kabupaten Probolinggo terkesan tidak sukses ini sangat disayangkan oleh pemuda Kecamatan Tiris  sangat menyayangkan adanya kejadian ini, dugaan pungutan tentang PTSL  yang ada di kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo dan juga sudah banyak kejadian di beberapa kecamatan di antaranya kematan  Tiris,  Banyuanyar, Krejengan. yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Sampai berita ini di turunkan camat roby selaku mantan camat tiris belum bisa di konfermasi. LN-TIM/ANS

Sat Sep 7 , 2019
Makassar, LiraNews — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengajak seluruh rakyat Indonesia menghijaukan bumi dengan menanam pohon dan membuat hutan di setiap halaman rumah sendiri. KLHK melalui Ditjen PDASHL, dilansir sitinurbaya.com, Sabtu (7/9/2019), menyediakan bibit pohon gratis di 52 Persemaian Permanen yang tersebar di seluruh Provinsi. Setiap PP […]