Dikawal Bodyguard, Bos PT GBP Jalani Sidang Pertama Kasus Jual Beli Tanah

Surabaya, LiraNews – Pengusaha besar kota Surabaya, Henry Jocosity Gunawan, kembali menjalani persidangan. Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) yang murah senyum ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo sebagai terdakwa. Kali ini dia kena kasus dugaan penyerobotan dan pemalsuan surat lahan milik Puskopar Jatim seluas 25 hektar, dengan agenda pembacaan surat dakwaan, Selasa (5/11/2019).

Dengan mengenakan baju berwarna kuning bermotif daun, Henry disidangkan di ruang sidang Tirta untuk mendengarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budhi Cahyono dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo,
membacakan surat dakwaannya.

Dalam perkara ini, JPU mendakwa Henry J Gunawan dengan tiga pasal berlapis yakni pemalsuan surat, memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik serta secara melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang telah bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, di atas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.

“Terdakwa Henry J Gunawan didakwa telah melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP, serta pasal 385 ke -1 KUHP,” kata JPU Budhi Cahyono.

Atas dakwaan JPU, Hotman Sitompul, Penasihat Hukum (PH) terdakwa Henry menyampaikan, akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya.

“Kami akan mengajukan eksepsi yang mulia,”kata Hariyanto.

Setelah mendengar permohonan PH, ketua majelis hakim Achmad Peten Sili, kemudian mengabulkan dan menunda persidangan pada pekan berikutnya, Senin (14/11/2019).

“Sidang kita tunda pekan depan untuk memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa mengajukan eksepsi,”pungkas hakim Achmad Peten Sili di barengi ketukan palu tanda sidang berakhir.

Untuk diketahui, dugaan pemalsuan akta otentik itu dilakukan oleh lima orang tersangka. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum, Notaris Yuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari.

Mabes Polri telah menerima Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SPHP) dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia dengan nomor : B-3744/E.3/Eku.1/8/2019 dan nomor : B-3745/E.3/Eku.1/8/2019 yang diterima pihak Direktur Tipidum Mabes Polri tertanggal 15 Agustus 2019.

Sebelumnya, modus dalam dugaan kasus pemalsuan akta otentik tanah, yang semula atas nama badan, dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya, Bareskrim Mabes Polri mengungkap bahwa tanah seluas 25 hektar itu adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan.

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu diduga dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan dugaan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan diduga membangun pergudangan yang diperjualbelikan di atas area seluas 25 hektar tersebut. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim senilai Rp. 300 miliar. Reporter: Alamuddin