Soal PKH, Lira Akan Laporkan Dinsos Probolinggo ke Kejati Jawa Timur

  • Whatsapp
banner 468x60

Probolinggo, LiraNews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo menengarahi adanya penyelewengan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) di Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo. LSM ini menyoroti adanya penerima PKH yang salah sasaran. Pasalnya, masih banyak warga miskin yang tidak menerima program tersebut.

“Kami sudah mengantongi nama-namanya dan kami juga sudah mengetahui profil penerima PKH serta penghasilan setiap harinya,” ujar Bupati Lira Kabupaten Probolinggo, Samsudin, kepada LiraNews, Ahad (10/8).

Samsudin mengingatkan PKH merupakan program kementerian sosial sehingga pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos) diharapkan menjadi ujung tombak dalam penyaluran dana program tersebut. Penyaluran yang salah sasaran berdampak pada kegagalan dalam upaya mensejahterakan warga Kabupaten Probolinggo.

Dia mengingatkan agar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Achmad Arif segera melakukan pendataan ulang atau verifikasi faktual. Di sisi lain,  Samsudin juga menyiapkan berkas-berkas untuk dibawa ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. “Insyaallah dalam minggu ini kami laporkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Achmad Arif menepis adanya dugaan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak tepat sasaran itu.

Dia menjelaskan, penerimaan PKH tersebut merupakan data dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) yang mengacu pada hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015.

Pada akhir 2019 ini, Dinsos rencananya akan melakukan pendataan ulang atau verifikasi faktual (Verfak) terkait penerima dana PKH. “Ketika waktu di data oleh BPS 2015, orang yang data benar-benar membutuhkan PKH. Akan tetapi, setelah berjalan sekian tahun ada perubahan ekonomi penerima PKH. Yang dulu tidak mampu sekarang malah keluarga sejahtera,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemkab Probolinggo pada bulan Nopember 2019 berupaya melakukan verifikasi ulang terhadap jumlah kemiskinan tersebut, sehingga penanganan kemiskinan bisa lebih tepat sasaran. “Kita sama-sama menunggu hasil Verfak itu,” ujarnya.  (gus)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60