Gelar Diskusi Pilkada 2020, Rektor UNAIR Undang Kandidat Bupati dan Walikota

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Surabaya, LiraNews – Menjadi pemimpin sebuah daerah seperti bupati, walikota, dan juga gubernur adalah impian banyak orang. Dengan sistem demokrasi, memungkinkan secara terbuka setiap warga negara untuk bisa mewujudkannya. Tantangannya memang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Merujuk pada sistem demokrasi, Universitas Airlangga (UNAIR) menampung aspirasi masyarakat dalam rangka membahas idealnya seorang pemimpin daerah. Untuk itu, UNAIR menawarkan gagasan mewujudkan pemimpin daerah yang ideal melalui sebuah diskusi pakar.

Rektor UNAIR Prof Moh Nasih mengatakan, ada dua hal yang melatarbelakangi digelarnya diskusi pakar tersebut. Pertama, maraknya konflik politik yang belakangan banyak terjadi. Kedua, tahun 2020 masyarakat Indonesia akan melangsungkan pemilihan kepada daerah yang melibatkan 270 pilihan bupati dan walikota.

“Maka UNAIR sebagai sumber pengetahuan termasuk pengetahuan soal demokrasi, berkewajiban untuk ikut terlibat dengan memberikan pengetahuan yang ideal,” ujar Rektor UNAIR Prof Moh. Nasih.

Dalam gelar pakar itu, Rektor UNAIR juga mengundang serta para akademisi, politisi, aktivis, budayawan, dan media untuk saling menyampaikan pandangan. Bagaimana tantangan dan tuntutan para calon kepala daerah di tengah era disrupsi seperti saat ini.

“Kami juga ingin mengajak pada para politisi, aktivis, dan media untuk mediskusikan hal itu di UNAIR,” katanya.

Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga sebagai pihak yang ditunjuk mengelola acara telah menyiapkan nama-nama pakar UNAIR. Mereka adalah para pakar di berbagai bidangnya masing-masing. Ada dari bidang sosial, ekonomi, politik, kesehatan, serta budaya. Mereka bakal memberikan sumbangsih pemikiran untuk membahas idealnya seorang kepala daerah.

Sejumlah pakar itu, antara lain, Rektor UNAIR Prof Moh Nasih, pakar ekonomi sebagai keynote speaker; Suparto Wijoyo, pakar hukum lingkungan; Dwi Windyastuti Budi Hendararti, pakar politik perempuan dan demokrasi; Santi Martini, pakar kesehatan masyarakat; dan Nurul Hartini, pakar psikologi.

Selain itu, diundang pula sebagai narasumber Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Abdul Rokhim, dan Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim.

Acara tersebut terbuka untuk umum. Bagi masyakat yang ingin mengikuti jalannya diskusi, sila datang dalam diskusi pakar UNAIR dengan tema “Tantangan dan Tuntutan Calon Kepala Daerah di Era Disrupsi”.

Diskusi pakar akan dilangsungkan pada Rabu (4/9/2019) di Aula Amerta, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, pukul 12.00-16.00. Registrasi dapat dilakukan melalui bit.ly/diskusipakar9

Thu Aug 29 , 2019
Surabaya, LiraNews — Uang sudah membutakan Moch Kholifa Ismail (39), warga Simo Gunung Kramat Timur Surabaya. Dia nekat menjadi kurir narkoba dengan bayaran Rp 3 juta. Kerja haram itu membikin, tersangka diringkus di kediamannya oleh opsnal unit III Satnarkoba Polrestabes Surabaya, Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 21.00 Wib. Wakasat Narkoba Polrestabes […]