Jalur Lintas Selatan Siapa yang diuntungkan?

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jember, LiraNews – Jalir Libtas Selatan yang membentang dan melalui Kabupaten Pacitan, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi masih terus dikebut penyelesaiannya.

Proyek Jalur Lintas Selatan atau JLS ini murni program Propinsi Jawa Timur, namun dengan membengkaknya nilai penyelesaiannya, maka pemerintah pusat ikut melibatkan diri yang diantaranya memfasilitasi dengan penyediaan dana sekitar U$ 21 juta dolar atau sekitar Rp 250 milyar.

Dana sebesar itu, merupakan pinjaman lunak yang seluruhnya berasal dari Islam Development Bank dan nantinya akan dibagi rata untuk semua daerah yang kawasannya di lewati JLS antara lain Pacitan, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.

H Mulai Ketua BPD Kepanjen Gumuk Mas Jember

Ditengah penggarapan jalan yang dikerjakan, mulai menjamur pula usaha tambak disepanjang bibir pantai. Karena sudah terbuka akses jalan.

Usaha tambak yang dikelola pengusaha lokal dan pendatang, menjadikan persoalan baru dengan penduduk setempat, seperti yang dilaporkan beberapa Warga Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember kepada DPD LSM LIRA Kabupaten Jember.

“Seharusnya Pembangunan menjadikan masyarakat sekitar menjadi lebih sejahtera, karena terdampak langsung pembangunan,” ujar Miskat salah satu tokoh Masyarakat dan tokoh nelayan kepada lira ews, Rabu (13/1/2020).

Miskat tokoh Nelayan Desa Kepanjen Gumuk Mas Jember

Justru, katanya, setelah pembangunan JLS dan banyak bermunculan usaha tambak justru penghasilannya sebagai Nelayan semakin menurun. Bahkan tempat sandar perahu Nelayan semakin terdesak oleh pembangunan tambak.
Hal senada dikuatkan oleh ketua Badan Perwakilan Desa(BPD) Kepanjen Kecamatan Gumuk mas dalam laporan masyarakat ke DPD LSM LIRA Jember menyatakan bahwa ijin tambak menggunakan nama tambak rakyat yang sebenarnya tidak ada masyarakat sekitar yang mempunyai tambak di sepanjang pantai Tanjung sari tersebut, bahkan para pekerja tambak merupakan warga dari luar daerah, tidak ada warga sekitar yang bekerja ditambak.

Dalam laporan warga ke DPD LSM LIRA Jember ditambahkan pula bahwa ada Limbah dari tambak yang dibuang ke laut, menjadi biang menurunnya pendapatan Nelayan Desa Kepanjen

H Achmad Sudiyono Bupati LSM LIRA Kabupaten Jember

Menanggapi Laporan warga. bupati LSM LIRA H Achmad Sudiyono mengintruksikan kepada Sekda LSM LIRA, Lintaneg LIRA dan Jajaran Pengurus untuk segera menanggapi dan menginvestigasi laporan warga.

“Sesuai motto LIRA Mendengar Melihat dan Berbuat agar bisa dicarikan solusi terbaik sehingga warga sekitar memperoleh manfaat sebesar besarnya atas pembangunan di daerahnya,” sebutnya. LN-JOu

Related posts