Koalisi Difabel, FKUB dan Komnas PA Launching Petisi Dukung Perda Disabilitas Sidoarjo

Gravatar Image
  • Whatsapp

Sidoarjo, LiraNews – Perjuangan Koalisi Komunitas Penyandang Disabilitas Sidoarjo untuk memiliki Peraturan Daerah tentang penyandang disabilitas kembali mendapatkan dukungan penuh dari lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan.

Dukungan itu kembali datang dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas-PA) Republik Indonesia dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo pada Jumat (18/6/2021).

Read More
banner 300250

Ketua umum Komnas Perlindungan Anak RepublikIndonesia Arist Merdeka Sirait mengatakan, bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh kepada para difabel sidoarjo untuk memperjuangkan Perda khusus tentang penyandang disabilitas.

“Saya lebih simple, ketika kita bersua dan diskusi membicarakan hal ini maka kita harus melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemda Sidoarjo,”katanya.

Tentunya perlu dukungan dari pihak lain misalnya dengan Petisi Online hal itu tidak masalah, karena ini menyangkut kebutuhan dan hak asasi manusia maka kita harus menggugah kehadiran pemerintah untuk memberikan yang terbaik untuk difabel dan ABK di sidoarjo, jelasnya dalam diskusi bersama FKUB dan komunitas difabel Jumat (18/6/2021) di sekretariat FKUB Sidoarjo.

Arist mengimbau, hal ini penting untuk menggugah kesadaran, bahwa kita satu. “Tidak boleh dibeda-bedakan karena kita sama-sama ciptaan Tuhan. mereka tidak ingin dilahirkan seperti itu,” tegas Arist.

“Oleh sebab itu, nanti kita bersama FKUB dan Komnas Perlindungan Anak akan langsung menghadap pemangku keputusan dan juga DPRD karena mereka juga perwakilan anggota masyarakat untuk segera membuat PERDA,” tambahnya.

Itu konkritnya, karena ini harus cepat jangan lagi ada istilah kota inklusi atau kota ramah anak tapi tidak ada implementasinya. Inisiasi Perda ini bias saja berasal dari Legislatif, tetapi kita juga harus mendorong eksekutif untuk memulai hal ini juga, tambahnya lagi.

“Komnas Perlindungan Anak RI juga mengajak semua komunitas difaabel untuk mulai membantu melakukan pendataan-pendataan sebagai masukan dalam membuat Perda,” tandasnya.

Senada, Bunda Lusie sekretaris FKUB Peduli kabupaten sidoarjo mengatakan bahwa pihaknya juga akan totalitas memberikan dukungan kepada para difabel sidoarjo.

“Kami akan selalu mendukung semua kegiatan penyandang disabilitas yang ada di kabupaten sidoarjo. Kami akan senantiasa peduli dan empati, kawan-kawan harus semangat meskipun ada kerikil-kerikil yang mengganggu namun harus tetap semangat,” paparnya.

“Insya Alloh, Alloh SWT akan memberikan jalan yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Abdul Majid mewakili komunitas difabel sidoarjo bersyukur dan berterimakasih kepada FKUB Sidoarjo dan bang Arist Merdeka Sirait dari Komnas-PA yang sudah memberikan dukungannya.

“Dalam forum diskusi tadi banyak hal-hal positif yang dapat kita petik untuk mencari solusi dari problematika terkait isu-isu disabilitas di kabupaten sidoarjo,” ujarnya.

“Perjuangan kami tidak akan pernah berhenti, kami akan menggalang dukungan dari masyarakat sidoarjo dengan berbagai kreatifitas misalnya dengan membuat Petisi Online,” tegasnya.

Sebelumnya, acara launching penggalangan dukungan masyarakat lewat Petidi Online dilaksanakan setelah penandatangan MoU antara FKUB Sidoarjo dengan Komnas Perlindungan Anak RI pada jumat/18/6/2021 di secretariat FKUB / kantor BAKESBANGPOL Sidoarjo.

Tampak hadir juga tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB Sidoarjo, Generasi Muda FKUB, FKUB Peduli, FKUB Media, Arist Merdeka Sirait ketua Komnas-PA Republik Indonesia beserta jajaran dan komunitas difabel diwakili oleh Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (YAMI), Melati Indonesia, LIRA Disability Care (LDC) dan LBH LIRA Jatim. LN-TIM

Related posts