LIRA Bangkalan Minta Plt Kadishub Mundur

  • Whatsapp
banner 468x60

Bangkalan, LiraNews – Julukan Kota seribu parkir masih melekat dengan kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pasalnya seperti tidak ada tindakan khusus dari Dinas terkait yakni Dinas Perhuhungan.

Banyaknya tempat parkir yang tidak berizin ditepi jalan maupun ditempat umum dibangkalan, dan juga penarikan tarif parkir oleh juru parkir (jukir) yang tak sesuai perda yang berlaku.

Hingga tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan penarikan tarif parkir tersebut.

Senin (30/9/2019) belasan massa dari LSM LIRA Bangkalan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan.

Mereka menuding, Dishub Bangkalan membiarkan persoalan parkir liar dan penerapan tarif parkir. Bukan itu saja, pendemo mengatakan, penarikan tarif parkir banyak yang tidak sesuai dengan peraturan daerah (Perda) nomor 9 tahun 2010 tentang Retribusi Jasa Umum.

Berdasarkan Perda itu tarif parkir sepeda motor dipungut Rp 1.000, Mobil Rp 1.500, dan Rp 2.000 untuk bus dan truk.

“Realitas dibawah tidak sesuai dengan Perda, sepeda motor ditarik Rp 2ribu, dikasih seribu tidak mau. Kepala Dinasnya ini kemana?,” teriak Mahmudi Ibnu Khotib.

Pendemo meminta Kadishub Bangkalan segera mengatasi persoalan tersebut. Jika tidak mampu, segera mundur dari jabatannya. “Jika tidak becus mundur dari jabatannya,” tambahnya.

Selain itu, pendemo juga menyoroti penarikan tarif parkir disejumlah toko modern seperti Alfamart dan Indomart. Padahal didepan toko tertera tulisan ‘Bebas Parkir’. “Kami menduga ada permainan diinternal Dinas ini, karena ini sudah jelas pungli (pungutan liar),” katanya.

Para pendemo juga membentangkan poster dengan berbagai tulisan, seperti “Selamat datang dikota Bangkalan, ngandok pentol ekenning Parkir”, “Plt. Kadishub tak Becus bersihkan parkir liar”, “Tarif parkir tidak jelas, Pas apah e kalakoh Dishub? “.

Menanggapi itu, Plt Kadishub Bangkalan Muawi Arifin mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk penataan parkir, seperti melakukan sosialisasi hingga penertiban parkir.

“Tapi kami keterbatasan tenaga, petugas kami terbatas, namun masukan ini kami terima untuk bekerja lebih baik kedepannya,” ungkapnya.

Penarikan retribusi parkir, Arifin mengatakan masih akan melakukan kajian terlebih dahulu dan akan menertibkan tempat parkir yang melakukan pungli. “Akan kita tertibkan semua,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrahman menyampaikan, jika penarikan tarif parkir tidak sesuai dengan Perda, pihaknya akan segera memanggil Dishub Bangkalan. “Itu segera ditindak cepat, karena itu sudah termasuk pungli,” ungkapnya.

Reporter; Hasan

banner 300x250

Related posts

banner 468x60