Lira Probolinggo Siapkan 4 Mobil Menjemput Korban Wamena

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto: Pengurus LSM LIRA Kabupaten Probolinggo
Bagikan:

Probolinggo, LiraNews – Paska kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang membuat beberapa warga Jatim termasuk 6 warga kramatagung kecamatan bantaran kabupaten probolinggo mengungsi ke Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, sebelum memutuskan untuk pulang kampung ke daerah masing-masing di Kabupaten probolinggo.

Para pengungsi itu tiba di bandara Internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 20.00 Wib, terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan. Enam orang ini berasal dari Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, atas nama Juma’in, M. Rosim, M. Irfan, Selami, Satik Krismawati dan Ahmad Yudha Aditya.

Relawan Lsm Lira penjemput pengungsi Wamena asal Kabupaten Probolinggo, Samsudin menjelaskan, ada 4 kendaraan roda 4 yang siap menjemput mereka di Bandara Juanda. Pasca dari bandara, mereka diantarkan ke tempat tinggalnya masing-masing.

“Ada 10 relawan kami yang ditugaskan untuk menjemput ke bandara dan nanti langsung diantarkan ke kediamannya masing-masing. Sejauh ini, informasi yang diperoleh, masih banyak warga Probolinggo yang tertahan di sana (Wamena, red),” ujar Bupati LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Probolinggi, Samsudin kepada media, Rabu (8/10/2019).

Meski 6 warga berhasil dipulangkan, ia menyayangkan lebih tidak aktifnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya Dinas Sosial (Dinsos) dalam memberikan perlindungan bagi para warganya yang menjadi korban tragedi di Bumi Cenderawarsih.

“Sebelum menjemput pengungsi ke bandara, saya sudah menghubungi sebanyak 7 kali tetapi tidak diangkat. Baru setelah foto anggota kami yang akan menjemput warga Probolinggo tersebar, Dinsos mentransfer,” ucap Samsuddin menyesalkan.

Samsudin berharap, langkah relawan bentukan LIRA dalam aksi tanggap perlawanan terhadap pengungsi Wamena, bisa menyadarkan para pemegang saham terkait. “Semestinya mereka yang lebih tanggap dari masalah sosial seperti ini,” harap dia.

Sementara itu Kasi bencana Dinsos Kabupaten Probolinggo, Rachmad menuturkan, ” saya disini sudah 3 hari untuk menjemput para pengungsi , namun kelemahan kami disini adalah kurang validnya data yang kami terima , dengan adanya lembaga LIRA saya sangat berterima kasih atas bantuan sosialnya , ini adalah suatu kebanggaan tersendiri karena tidak semua lembaga bisa bergerak seperti ini,” ujar Rachmad.

Setiba di bandara korban kerusuhan wamena sempat menangis sambil memegang erat tangan salah satu relawan Lsm Lira. “Saya sangat bersyukur bisa kembali , kami disana mengungsi sulit. Kesana kemari tidak ada yang mau terima, usaha kami pulang dengan meminta uang ke keluarga yang di Jawa, kami pulang dengan pesawat komersial dengan biaya sendiri, waktu dipengungsian yang kami pikirkan siapa yang akan menolong kami, tidak ada yang peduli hanya keluarga kami yang di jawa, saya baru setahun di wamena sedangkan anak saya sudah 3 tahun, ” jelas Selami sambil meneteskan air mata.

Kepulangan warga Kramatagung tersebut, jelasnya, karena usaha keras dari keluarga

Reporter: Anis

Wed Oct 9 , 2019
Purwakarta, LiraNews – Sebanyak tujuh rumah warga dan satu bangunan sekolah di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, rusak setelah dihujani batu besar dari atas Gunung Cihandeuleum. Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono. Pihaknya mendapatkan laporan langsung dari […]