Masyarakat Blokade Akses Jalan Galian C di Pakuniran

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Probolinggo, LiraNews – Puluhan warga dari dua desa yakni Desa Patemon dan Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jumat (4/10/2019), memblokade akses jalan keluar masuk lokasi tambang galian C di, desa desa Patemon, dengan menggunakan bambu portal menutup akses jalan pertambangan itu. Mereka juga menutup jalan dengan bediri tegak di tengah jalan.

Warga yang sengaja menutup akses menuju ke areal tambang selama 3 hari berturut turut karena keberadaan tambang dan truk pengangkut sirtu, juga berdampak buruk bagi kelestarian alam dan lingkungan setempat. Sungai Pancar Glagas adalah lokasi yang di tambang tersebut juga menuai pro dan kontra.

“Kami warga bersama pemuda menuntut agar tambang tersebut segera dihentikan atau ditutup jika memakai alat berat. tambang itu juga tak menguntungkan warga, kecuali menambang manual seperti perjanjian dari awal,” kata Muhri salah satu aktifis Desa Pakuniran .

Melalui telepon, Ponco sebagai pejabat sementara Desa Pakuniran menjelaskan, “saya tidak tahu masalah tambang tersebut, Desa Pakuniran hanya kebetulan menjadi akses menuju galian c tersebut, untuk tambang nya ada di Desa Patemon Kulon.”

Adanya aksi ini dilakukan lantaran mengeringnya sumber mata air dan pertanian yang sangat sulit mendapatkan air. Mereka menuding aktivitas pertambangan galian C yang berlangsung menggunakan alat berat ini pagi hari hingga sore hari menjadi penyebab rusaknya jalan dan dampak negatif lainnya.

Kepala Desa Patemon, Muhamad juga ikut hadir di lokasi menjelaskan ke awak media,” saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat dan keluhan masyarakat saya , dimana tambang tersebut berdampak negatif bagi masyarakat sekitar.”

Namun, terangnya, jika tidak memakai berat seperti bego , mungkin akan lebih membantu masyarakat  berkerja sekitar tambang tersebut dan saat musim hujan air yang dari hulu mengarah ke pemukiman warga di sekitar sungai pancar glagas, air menggerus pondasi rumah warga. “Itu yang menjadi keluhannya, warga di dua Desa in,” pungkasnya.

Reporter: Anis

Sat Oct 5 , 2019
Jakarta, LiraNews –  Sebanyak 13 Perwira Tinggi TNI menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2567/X/2019 tanggal 3 Oktober 2019. Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 13 Perwira Tinggi (Pati) […]