Mbah Puadin, Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Gravatar Image
  • Whatsapp

Sampang, LiraNews – Walaupun memasuki usia lanjut, Kakek Puadin salah satu warga Dusun Leke Kondur, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang tidak patah semangat untuk bertahan hidup dengan menjadi buruh tani dan sebagai kuli cangkul di sawah.

Mbah Puadin ini hidup sebatang kara setelah kedua orang tuanya pergi menghadap tuhan yang tinggal disebuah gubuk reot tidak layak huni dengan ukuran 3×2 meter dan pada saat ini hanya ditemani satu ekor sapi dalam satu atap rumah didalamnya.

Read More
banner 300250

Saat didatangi awak media liranews.com, Mbah Puadin bercerita bahwa dirinya hanya bisa menghabiskan hari harinya dengan berprofesi sebagai buruh tani dan sebagai kuli cangkul di sawah.

“Saya sudah biasa menjalankan hidup seperti ini mas, bahkan sudah puluhan tahun lamanya,” ucapnya kepada awak media liranews.com, Minggu,(17/1/2021).

Pria renta lanjut usia itu mengaku terpaksa dirinya tinggal digebuk reyot dan selama ini ditemani satu ekor sapi itu.

“Ya mau bagaimana lagi mas, sudah nasib saya seperti ini beginilah tempat tidur saya yang terbuat dari bambu dan satu bantal, silahkan masuk.” ungkapnya dengan rasa sedih mengajak awak media masuk.

Mbah Puadin yang berprofesi sebagai buruh tani itu hanya bisa pasrah dan berharap bantuan dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Meskipun seperti ini saya tetap bersyukur dan tidak patah samangat Tapi untuk sekarang saya sangat butuh bantuan bedah rumah, karena rumah yang saya tempati mulai reyot, dikhawatirkan di musim penghujan ini takut roboh,” harapnya.

Sementara Rohatul Imam salah satu tokoh pemuda katar kibar desa setempat membenarkan jika Mbah Puadin hidupnya sangat memprihatinkan.

“Iya benar mas Mbah Puadin itu sangat memprihatinkan tapi alhamdulillah beliau tercover sebagai penerima bantuan BLT DD untuk bantuan yang lain beliau masih belum ada,” ujarnya.

Pihak nya berharap dengan adanya warga miskin yang hidup memprihatinkan ini tentunya pemerintah secepatnya mengambil tindakan agar Kemiskinan di Kabupaten Sampang Lambat laun akan terkikis.

“Mbah Puadin hidupnya sangat miris sekali, semoga Pemerintah agar segera untuk dibantu bedah rumah untuk Mbah puadin,” pungkasnya. LN-MAM

Related posts