Pengacara Kasus Kanjeng Dimas Siap Kawal Dugaan Bancakan Pungli PTSL di Desa Segaran

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Probolinggo, LiraNews – Ramainya berita dugaan pungli yang terjadi di Kecamatan Tiris yang diangkat oleh beberapa media online dan beberapa LSM di Probolinggo, kini advokat kondang Asma Afif Ramadhan SH mulai menyoroti tentang Percepatan pendaftaran tanah sestimatis lengkap ( PTSL) yang akhir-akhir ini menjadi trend topic khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Sebut aja bang Rama, panggilan akrabnya adalah pengacara (advocat) sangat dikenal beberapa tahun lalu saat menerima kuasa hukum dari istri ismail hidayah korban dari Kanjeng Dimas. Kasus Kanjeng Dimas bukan kasus kecil bahkan bisa dikatakan kasus internasional . Selain Kanjeng Dimas otak dari pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, juga dikenal bisa menganddakan uang .

Sekarang, Bang Rama adalah kuasa hukum dari salah satu korban dari dugaan kelalaian proses PTSL yang terjadi di kecamatan Tiris. Seperti  dikutip media online, Bang Rama juga tak segan segan untuk membawa kasus ini keranah hokum.

“Saya melihat ada kejanggalan dengan penarikan biaya pembuatan akta Pipil dan balik nama di PTSL ini. Kalau memang ini memang diharuskan untuk keranah hukum, ya saya akan sondingkan dengan Saber Pungli Polda Jatim. Karena, jelas sesuai dengan perintah Presiden Republik indonesia jangan kan 100rb 1.000 rupiah pun harus diberantas dikarenakan sangat merugikan rakyat kecil, padahal para peyelengara negara sudah digaji dengan angka yg dibilang lebih dari cukup,” ujar pria berparas Arab ini.

Menurut Rama, adanya program pemerintah pusat yang turun ke tingkat desa dari  program agraria menjadi Program  PTSL tahun 2017 di Kecamatan Tiris diduga terdapat penarikan  pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh beberapa oknum kepala desa yang dapat bagian program tersebut, saat itu pemerintah memberikan kepercayaan melalui camat Tiris yang oleh beberapa media.

Dengan adanya kejadian ini suasana Kecamatan Tiris baru baru ini sempat memanas  akan adakan aksi demontrasi menuntut camat sebelumnya yang mendapat mutasi menjadi Camat Paiton.

Berikut data pemohon diantaranya target Desa Tlogosari sebanyak 423, desa segaran 176. Desa andongsari 490, Desa Telogo Argo  380,  Desa andungbiru 431, Desa Tiris 269,  Desa ranuagung 460, desa wedusan 660, , Desa Ranu Gedang 888, Desa Jangkang 214, Racek 412, Desa Pesawahan 525, Desa pedagangan 1009, Desa rejing  1190, Desa Tegal watu 1312, desa tulupari 1161.

Informasi yang di himpun Wartawan Dari sebanyak 10 000,  ( sepuluh ribu ) pemohon Sertifikat diantaranya yang belum dicetak sebanyak 2414 sedangkan yang sudah diserahkan kepada pemohon sebanyak 7263 yang belum diserahkan kepada pemohon sebanyak 323.

Informasi yang di himpun Tim Pemantau Keuangan Negara RI di lapangan, Menduga kades  narik sebesar  1.800 ( satujuta delapan ratus ribu rupiah ) plus pembuatan akte.

Menurut salah satu petugas  Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) kepada wartawan  menyampaikan, “kami bekerja sesuai prosedur, sebetulnya  tidak pakai Aktepun  sertifikat bisa jadi karena ini betul betul  program pemerintah namun sebagian saya meberima surat keterangan pemohon saja. Program PTSL  bertujuan untuk meningkatkan Ekonomi masyarakat.”

Menurut kepala Desa Segaran Sadi mejelaskan, kalau masalah PTSL 2017 mengaku  tidak tahu menahu tentang itu yang tahu pokmas yaitu Sukir, Bagong dan Budi. Menanggapi kasus yang menimpa beberapa warganya Sadi mengatakan akan berupaya untuk menyelesai secara kekeluargaan dan damai.

Hal ini merupakan contoh bahwa program  PTSL di Kabupaten Probolinggo terkesan tidak sukses ini sangat disayangkan oleh pemuda Kecamatan Tiris adaya dugaan pungutan tentang PTSL  yang ada di kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo . Hal ini sudah banyak kejadian di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan  Tiris, Banyuanyar, Krejengan. yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Reporter: Anis

Sun Sep 8 , 2019
Pangkalpinang, LiraNews – Dompet Dhuafa melalui program Sekolah Guru Indonesia (SGI) Literat Babel mengadakan sekolah minggu ke-3 dengan tema guru literat pangkal masyarakat berbudaya, Minggu (8/9/2019) bertempat di TBM Atap Langit desa Air Mesu, kecamatan Pangkalan Baru kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sekolah minggu ke-3 ini menghadirkan pemateri […]