Tikor BPNT Bangkalan Monitoring Evaluasi BPNT dan E-warong di Kecamatan Kokop

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Bangkalan, LiraNews – Tim Koordinasi Bantuan Pangan Non Tunai (Tikoor BPNT) yang meliputi dari beberapa elemen diantaranya Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kejaksaan Negeri Bangkalan, Polres Bangkalan, Inspektorat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kembali turun lapangan untuk lakukan monitoring evaluasi.

Hari ini, Rabu, (18/09/2019), Kecamatan Kokop menjadi pilihan tempat monitoring evaluasi BPNT dan E-Warong, terlihat Camat Kokop dan Kepala Desa se Kecamatan Kokop hadir mengikuti monev yang di agendakan di kantor kecamatan kokop dan dilanjutkan untuk meninjau lokasi E-Warong yang ada di kecamatan Kokop.

Iwan Setiawan, selaku sekertaris Dinas Sosial (Dinsos) dihadapan Kepala Desa menyampaikan, tujuan Tikoor datang ke Kecamatan Kokop. “Kami disini ingin mendengar keluhan atau masalah yang dapat menghambat penyaluran Bantuan sosial (Bansos) BPNT, hingga kedepannya Bansos yang berasal dari pusat tersebut tidak lagi ada kendala,” katanya.

Lanjut dia, mewanti wanti Kepala Desa untuk segera melakukan verval terhadap data penerima BPNT, karena menurut dia bila data sudah valid pastinya akan memudahkan desa untuk menerima bantuan.

Iwan sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa mulai bulan September 2019 yang akan menjadi penyuplai BPNT kepada keluarga penerima manfaat (KPM) harus melalui Bulog. Diketahui Bulog sebagai mitra pemerintah dalam pendistribusian program BPNT, sesuai surat edaran dari Bupati Bangkalan No 460/232/433.105/2019 Tentang Perum Bulog Sebagai Penyedia Komoditas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019,

Di tempat yang sama, Muhammad Toha selaku Camat Kokop menegaskan bahwa penyaluran BPNT di kecamatan Kokop tidak ada masalah, menurut dia pihaknya selalu berkoordinasi dengan semua pihak,

“Alhamdulillah sudah berjalan empat kali pendistribusian dan kecamatan kokop tidak ada kendala, kami selalu berkoordinasi dengan semua kalangan,” ungkap Camat dihadapan Tikoor BPNT Bangkalan.

Menanggapi surat edaran dari Bupati Bangkalan, orang nomor satu di kecamatan Kokop tersebut meminta kepada Tikoor BPNT Bangkalan untuk melakukan MOU dengan Bulog, terkait kualitas beras. Dikhawatirkan ketika Bulog yang menjadi penyuplai, kualitas beras yang diterima masyarakat harus di atas kelayakan konsumsi.

“Kami minta Tim disini bisa mewakili kami untuk melakukan MOU dengan Bulog, kami hanya mau menerima beras yang memang layak di konsumsi masyarakat, kalau tidak layak kami kembalikan,” tegas Camat Kokop.

Reporter : Mahrus Amir

Wed Sep 18 , 2019
Surabaya, LiraNews – Karena sudah tersugesti kalau pakai sabu bisa membawa nikmat saat berhubungan badan, pasangan selingkuh lanjut usia ini yang kerap konsumsi Narkotika jenis sabu akhirnya terendus oleh Polisi. Kedua pasangan selingkuh yang sudah sama-sama mempunyai cucu ini akhirnya diamankan oleh Reskrim Polsek Sukomanunggal Surabaya. Kedua pelaku selingkuh itu, […]