Tim Cobra Polres Lumajang Diduga Kurang Berbisa, 4 Orang Selamat Dari Gigitan Cobra

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Lumajang, LiraNews – Tim Cobra Polres Lumajang sempat viral karena mengobok-obok wilayah Probolinggo pada akhir bulan juni 2019. Alhasil Cobra mematuk empat (4) orang tindak pidana pertolongan jahat (tadah) sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHP.

Tim Cobra Polres Lumajang mematuk 4 warga Probolinggo Sh, Abd warga desa tongas wetan, Sl warga desa Klampok, dan Sj warga desa curah tulis, mereka ditahan pada hari Rabu 26 Juni 2019.

Media mendapat informasi dari masyarakat bahwa ke 4 orang tersebut yang pernah dipatuk tim cobra Polres Lumajang berada di Probolinggo alias bebas, dalam mencari kebenarannya media mencoba konfirmasi Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP. Hasran.

Ka Tim Cobra membenarkan bahwa ke 4 orang tersebut tidak lagi berada dijeruji besi namun diwajibkan absen seminggu 2X diPolres Lumajang, kini proses perkara tetap berlanjut sampai penyidik melimpahkan berkas pekara ke Kejaksaan Negeri Lumajang (P21).

AKP. Hasran menyampaikan alasan ditangguhkan ke 4 orang asal Kab. Probolinggo terduga pelaku tindak pidana pertolongan jahat (tadah) sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHP.

“Karena masa penahanan selama 60 hari sudah berakhir dan pihak kepolisian tidak bisa memperpanjang masa tahanan lagi, apabila kita memaksakan untuk melakukan penahanan lagi maka 4 orang tersebut akan batal demi hukum,” terangnya.

Menurutnya, kepolisian mempunyai batas waktu maksimal penahanan selama 60 hari, selama berkas perkara belum P.21 maka polisi tidak berani melakukan penahanan, untuk menghindari batal demi hukum maka kepolisian melakukan penangguhan, dan wajib ada penjamin serta wajib lapor 2X dalam seminggu.

“Melanjutkan Katim Cobra bahwa proses perkara untuk saat ini masih P.19 coba dibantu mas tanyakan ke Kejaksaan Negeri Lumajang kenapa kok masih ditolak bolak-balik dan masih P.19,” celetuk Kasatreskrim Polres Lumajang ini.

Adanya informasi kasus ini disayangkan oleh Lsm Lira Kota Probolinggo, Bambang. Menurutnya jika seperti ini pihak kepolisian penyidik diduga kurang profesional dan lalai dalam menangani perkara.

“Seharusnya dalam waktu 60 hari penyidik bisa memperkirakan dan menuntaskan perkara (P.21), dengan demikian penyidik tidak bisa memenuhi salah satu persyaratan sehingga berkas perkara selalu ditolak oleh Kejaksaan sampai batas waktu 60 hari kini masih tahap P.19, kalau bekerja seperti ini penyidik bisa dilaporkan ke Propam Polda Jawa Timur karena diduga lalai dan kurang profesional,” tegas Bambang.

“Kami atas nama Lembaga fungsi kontrol meminta kepada kepolisian Tim Cobra jangan asal menangkap tapi tidak bisa memproses sampai tuntas sesuai waktu yang ditentukan dalam kasus perkara, jangan ujug-ujug menangkap kalau tidak ada bukti permulaan yang cukup,” imbuh Sekda Lsm Lira Kota Probolinggo.

Menanggapi masalah penangguhan 4 orang asal Kab.Probolinggo sebenarnya pihak kepolisian sudah tidak punya hak menahan karena penyidik tidak bisa menyelesaikan berkas perkara selama 60 hari,

“Tidak usah membuat permohonan penangguhan meskipun kasus perkaranya masih berjalan, apabila nanti ke 4 orang melarikan diri maka kepolisian yang harus bertanggung jawab, Polisi adalah penegak undang-undang KUHP setiap melakukan apapun harus sesuai dengan KUHP,” pungkasnya. LN-GUS

Sat Aug 31 , 2019
Makassar, LiraNews — Disela kunjungannya ke Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 17 Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkananyya Makassar. Zulkifli, SE selaku Camat Ternate Maluku Uatara mengatakan kepada Kepala P3E Suma, Dr. Ir. Darhamsya, M.Si dan Azri Rasul, SKM.,M.Si, MH Kepala Tata Usaha […]